Sabtu, 22 Oktober 2011

cerpen karya Usep


IBU SEBAGAI MOTIVASI DAN TEMPAT KEMBALI DARI SEMUA MASALAH HIDUP

Ketika semua orang merasakan guncangan hebat pada hampir seluruh tatanan serta nilai-nilai kehidupan.
Ketika kegelisahan serta ketidakpastian demikian mencekam. 
Dan ketika ikatan kebersamaan hidup berada pada puncak taruhan yang amat menakutkan.
Maka adalah fitrah manusia untuk mendapatkan tempat yang teduh, tempat jiwa dapat memperoleh kembah ketenangannya.
Dan tak usah dipertanyakan lagi mengapa pada saat seperti itu orang ingin segera memperoleh kepastian bahwa lembaga tempat dia menyerahkan kesetiaan dasarnya tidak rusak.
Lembaga ini adalah ibu yang selalu bersedia memberi ketenangan jiwa, dan itu bisa berupa rumpun-rumpun bambu yang menjadi saksi kelahirannya, bisa berupa pancuran air yang mengucur abadi atau bisa berupa haribaan seorang nenek yang sudah apek.
Atau gabungan kesemuanya yang secara bersama-sama telah menyusui seorang anak manusia sejak lahir sampai dia mempunyai kesadaran tentang makna keberadaannya.
Merekalah yang paling berhak menerima penyerahan kesetiaan dasar seorang manusia warga kehidupan.
Ibu Sebagai Motivasi dalam Cerpen klik disini

Cerpen


“KEKUATAN CINTA”

Mentari tak segan menampakkan dirinya, menerobos dan memberi arti tentang pagi yang cerah. Selalu begitu setiap hari sampai ada yang memerintahkan untuk berhenti. Waktu itu sekitar jam 8.30 pagi,  di lapangan sekolah  MTs Muhammadiyah terdengar suara gaduh anak-anak  lengkap dengan seragam olah raganya.  Mereka asik mempermainkan bola basket hingga pekikan dan rasa puasnya tergambar pada wajah-wajah  yang berseri tanpa luka. Di sisi lain di dalam ruang kelas  anak-anak duduk rapi dengan semangatnya, mereka selalu siap menerima pelajaran tentang  kehidupan.  ingin baca lebih lanjut Unduh di sini

Rabu, 12 Oktober 2011

MOTIVASI HIDUP

        Mentari tak pernah segan menampakkan diri, menerobos memberikan keindahan pada pagi hari. Selalu begitu hingga sampai pada perintah untuk berhenti. Haruskan kita berdiam diri termakan oleh jarum jam yang terus bergerak tak mau peduli, melihat dan memperhatikan kehidupan yang tak pernah masuk dalam kategori meminta bahkan mengadu.
        Kita lebih dari semua makhluk hidup, bahkan sekalipun malaikat. Kita masih ingat ketika malaikat memberi hormat kepada adam karena dengan  cakapnya dia mengungkapkan apa yang ada di langit dan di bumi. Kita juga tidak melupakan setan yang seolah jijik melihat adam karena kedengkiannya, karena keiriannya kepada adam hingga dia mesti merelakan surga yang penuh dengan air kesejukan.
        Seperti malaikat, sesungguhnya kita bisa terlena dan tergilas roda kehidupan. Ngak apalah setiap kali kita berdikir dan berdo'a tampa meninggalkan usaha kita di dunia. Karena sesungguhnya dunia penghantar kita menuju pada kebahagian akhirat kelak. Sebaliknya seperti setan, janganlah pernah ada dalam benak kita. karena tingkah lakunya akan menindas dan menelantarkan kita di dunia dan akhirat.
Motivasi timbul dalam diri kita, dia selalu brontak bahkan menginginkan kenyataan yang harus ada dalam diri kita. Ngak apalah sedikit motivasi pingin tahu akan menjadikan diri kita mensyukuri terhadap kemampuan yang ada dalam diri. Begitu juga segunung motivasi hidup akan menjadikan kita orang yang selalu tunduk dan patuh terhadap kenyataan yang berada dalam pandangan kita.
        Bersyukurlah kita yang mempunyai motivasi hidup, hingga kita tergerak untuk mencari dan menanti kebahagiaan bersemayan dalam kalbu kita hingga akhir hayat menjemput.